perkembangan pendidikan keperawatan

1. SEJARAH PENDIDIKAN KEPERAWATAN

1. Zaman purbakala ( Primitif Culture )Manusia percaya bahwa apa yg ada di bumi, mempunyai kekuatan spritual/mistik yg mempengaruhi kehidupan manusia (animisme) Sakit di sebabkan oleh: – kekuatan alam/kekuatan gaib (batu-batu besar, gunung tinggi & pohon-2 besar) masyarakat > percaya pd dukun Zaman mesir masyarakat percaya dewa ibis mampu menyembuhkan penyakit Di Cina syetan sebagai penyebab penyakit Akibatnya perawat tidak di perkenankan untuk merawat

2.Pertengahan abad VI masehi Keperawatan berkembang di benua asia tepatnya asia barat daya yaitu timur tengah seiring dg perkembangan agama Islam Abad VII jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan spt ilmu pasti,ilmu kimia, hygiene dan obat-obatan Keperawatan mengalami kemajuan dg prinsip dasar kesehatan pentingnya kebersihan diri (personal hygiene), kebersihan makanan, air & lingkungan Tokoh yg terkenal dari dunia arab pada masa itu adalah Rafidah

3.Permulaan abad XVI Orientasi masyarakat dari agama kekuasaan yaitu perang. Rumah ibadah byk yg tutup yg biasanya di gunakan untuk merawat orang sakit. Perawat di gaji rendah dg jam kerja yg lama pd kondisi kerja yg buruk. Sisi positif dari perang u/perkembangan keprwtan korban byk membutuhkan tenaga sukarela sbg prwt (orde-2 agama, istri yg mengikuti suami perang & tentara-2 yg merangkap sbg prwat) konsep P3K 3 R.S yg berperan besar thp perkembangan keperawatan pd masa kini (zaman pertengahan) yaitu hotel Dieu di Lion awalnya prwt mantan wts yg bertobat,tdk lama kemudian menggunakan perawat yg terdidik dari r.s tsb Hotel Dieu di Paris orde agama,stlh revolusi orde agama di hps di ganti orang-2 bebas yg tdk terikat agama,plpr prwt terkenal r.s ini yaitu Genevieve Bouquet St. Thomas Hospital, di dirikan th 1123 M Florence Nigtingale memperbaharui keperawatan 4. Pertengahan abad XVIII – XIX keperawatan mulai di percaya orang yaitu Florence Nigthingale F.N lahir th 1820 dari keluarga kaya, terhormat, tumbuh & berkembang di Inggris, di terima mengikuti kursus pendidikan perawat usia 31 th.

2.PERKEMBANGAN PERAWAT DI INGGRIS

Sesuai perang krim F.N kembali ke Inggris Inggris membuka jalan bagi kemajuan & perkembangan keperawatan yg di pelopori F.N Th 1840 Inggris mengalami perubahan besar dlm perawatan – Pendidikan perawat di London Hopital – Th 1820 sekolah perawat modern Kontrubusi F.N bagi perkembangan keperawatan: Nutrisi merupakan bagian penting dari askep Rekreasi merupakan suatu terapi bg orang sakit Mengidentifikasi kebutuhan personal ps & prwt u/memenuhinya Menetapkan standar manajemen R.S Mengembangkan standar okupasi bg ps wanita Mengembangkan pendidikan keperawatan Menetapkan 2 komponen keperawatan yaitu kesehatan & penyakit Keperawatan berdiri sendiri & berbada dg profesi dokter Menekankan kebut. Pddkan berlanjut bagi perawat (Dolan,1978 di kutip Taylor 1989)

3. PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Masa pemerintahan Belanda – prwt berasal dari pddk pribumi (Velpleger) di bantu penjaga orang sakit (Zieken Oppaser) – bekerja di R.S Binnen Hospital di Jakarta (1799) memelihara kshtan staf & tentara Belanda – membentuk dinas kesehatan tentara & dinas kesehatan rakyat Masa VOC (Gubenur Inggris Rafles 1812-1816) – kesehatan adalah milik manusia melakukan pencacaran umum. – membenahi cara perawatan pasien dg ggn jiwa. – memperhatikan kesehatan & perawatan para tahanan.

4. PERKEMBANGAN ORGANISASI PROFESI KEPERAWATAN

Beberapa organisasi keperawatan ICN (International Council of Nurses) organisasi profesional wanita pertama di dunia di dirikan tgl 1 Juli 1899 o/ Mrs.Bedford Fenwick. Tujuannya: – memperkokoh silaturahmi prwt slrh dunia – memberi kesempatan bertemu bg prwt di slrh dunia u/ membicarakan mslh keperawatan. – menjunjung peraturan dlm ICN agar dpt mencapai kemajuan dlm pelayanan, pendidikan keperwtan berdasarkan kode etik profesi keprwtan. ANA di dirikan th 1800 yg anggotanya dari negara-2 bagian, berperan : – menetapkan standar praktek keperawatan – Canadian Nurse Association (CNA) tujuan sama dg ANA memberikan izin praktek kepwtan mandiri NLN (National League for Nursing) di dirikan th 1952, tujuan u/pengembangan & peningkatan mutu lan-kep & pdkkan keprwtan British Nurse Association di dirikan th 1887, tujannya: memperkuat persatuan & kesatuan slrh perawat di Inggris & berusaha memperoleh pengakuan thp profesi keperawatan. PPNI di dirikan 17 maret 1974

Add a comment Mei 8, 2009

kurikulum PSIK UIN Jakarta

  1. Tujuan Umum

Menghasilakan profesi Ners (Ns)dengan kualifikasi akademik Sarjana Keperawatan (Skep) yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, mempunyai keunggulan yang kompetitif dalam persaingan global serta mampu mengintegrasikan ilmu keperawatan dan ilmu pengetahuan keislaman sehingga mampu berkontribusi dalam peningkatan kualitas derajat kesehatan bangsa Indonesia.

  1. Tujuan Khusus
    1. Memiliki sikap professional dan islam
    2. Mampu melaksanakan asuhan keperawatan
    3. Mampu menggelola pelayanan keperawatan di ruang rawat inap
    4. Mampu melaksanakan penelitian sederhana
    5. Mampu berperan sebagai pendidik tenaga keperawatan yang berada di ruang lingkup tanggung jawabnya.
  2. Kompetensi

Kompetensi lulusan program studi ilmu keperawatan di FKIK Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta adalah sebagai berikut.

  1. Kompetensi dasar
  • Keislaman
  • Kewarganegaraan
  • Bahasa Arab
  • Fiqih Kesehatan dan Qiroah
  1. Kompetensi utama
  • Keterampilam keilmuan dan dasar-dasar keperawatan
  • Keterampilan menerapkan konsep hubungan bantuan (helping relationship)
  • Keterampilan mengumpulkan data dalam proses keperawatan
  • Keterampilan melakukan analisis data dalam proses keperawatan
  • Keterampilan merencanakan asuhan keperawatan dengan melibatkan pasien dan keluarga dalam proses keperawatan
  • Keterampilan melaksanakan tindakan keperawatan
  • Keterampilan melakukan evaluasi dan revisi proses keperawatan
  • Keterampilan melakukan dokumentasi asuhan keperawatan
  • Keterampilan mengelola pelayanan keperawatan keperawatan di ruang rawat inap pada kasus yang lazim terjadi
  • Keterampilan mengelola masalah kesehatan yang lazim terjadi pada individu, keluarga dan masyarakat
  • Kemampuan menjadi anggota tim dalam pelayanan kesehatan
  • Memiliki tanggung jawab profesional
  1. Kompetensi pendukung
  • Keterampilan memanfaatkan berbagai sumber ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi terkini
  • Mampu melaksanakan riset keperawatan tingkat pemula
  • Kemampuan bahasa inggris.
  1. Sistem pembelajaran

Sistem pembelajaran yang akan dilaksanakan meliputi beberapa kegiatan, ceramah, diskusi kasus, laboratorium dan praktek lapangan baik, secara terstruktur maupun tidak terstruktur, kegiatan pembelajaran tersebut diantaranya adalah:

  1. Kuliah Mimbar
  2. Diskusi Kasus
  3. Laboratorium
  4. Praktek Lapangan/Klinik
  5. Tahap proses pendidikan

Pendidikan keperawatan dibagi dalam dua tahapan, tahapannya yaitu:

  1. Tahap Akademik

Pada tahap akademik mempunyai beban studi sebanyak 151 SKS yang diselesaikan dalam 8 semester

  1. Tahap Profesi

Pendidikan profesi keperawatan dilaksanakan setelah menempuh tahap akademik, bobot 25 SKS yang ditempuh dalam 2 semester.

  1. Deskripsi Mata Kuliah

1)      Kewarganegaraan (Civic Education) 2 SKS

2)      Studi Islam 2 SKS

3)      Aqidah dan Ahlak 2 SKS

4)      Psikologi dalam Keperawatan 2SKS

5)      Bahasa Inggries 2 SKS

6)      Bahasa Arab I 2 SKS

7)      Fisika dalam Keperawatan 2 SKS

8)      Kimia dalam Keperawatan 2 SKS

9)      Biologi dalam Keperawatan 3 SKS

10)  Pengantar Profesi Keperawatan 2 SKS

11)  Anatomi 3 SKS

12)  Metodologi Keperawatan 2 SKS

13)  Ilmu Gizi 2 SKS

14)  Komunikasi dalam Keperawatan 2 SKS

15)  Bahasa Arab II 2 SKS

16)  Bahasa Inggries II 2 SKS

17)  Filsafat Ilmu dan Logika 2 SKS

18)  Konsep Dasar Keperawatan I 2 SKS

19)  Mikrobiologi dan Parasitologi 2 SKS

20)  Etika Umum dan Hukum Kesehatan 2 SKS

21)  Fisiologi 5 SKS

22)  Konsep Dasar Keperawatan II 2 SKS

23)  Antropilogi Kesehatan 2 SKS

24)  Kebutuhan Dasar Manusi (KDM) 3 SKS

25)  Biokimia 3 SKS

26)  Patologi 3 SKS

27)  Kebutuhan Dasar Manusia II (KDM II) 3 SKS

28)  Farmakologi 3 SKS

29)  dll

Add a comment Mei 8, 2009

awal berdirinya PSIK UIN

Dalam upaya memenuhi kebutuhan terhadap pendidikan tinggi yang sesuai dengan tuntutan masyarakat. Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta mulai membuka program studi baru untuk mendukung pengembangan UIN dalam mengintegrasikan ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu umum. Untuk mempercepat pengintegrasian tersebut, siding senat UIN Syarif Hidayatullah jakarta pada tanggal 30 desember 2002 mempertimbangkan pentingnya pembukaan program study baru dalam bidang kedokteran dan kesehatan.Pendirian fakultas kedokteran dan Ilmu kesehatan dimaksudkan untuk menjawab tantangan dalam mewujudkan konsep Indonesia sehat 2010 yang dicanangkan pemerintah yang membutuhkan banyak tenaga dokter, apoteker, perawat dan tenaga kesehatan masyarakat.

Fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan UIN Syarif Hiadayatulah Jakarta pada tahun akademi 2005-2006 memiliki empat program studi, yaitu rogram studi Kesehatan Masyarakat, program studi Farmasi, program studi ilmu keperawatan dan program studi pendidikan Dokter. Proses pendirian program studi ilmu keperawatan dipimpin oleh dekan FKIK dengan anggota ibu Tien Gartinah MN yang sampai saat ini menjabat sebagai ka. Prodi ilmu keperawatan UIN Syarif Hidayatulah Jakarta. Program studi ilmu keperawatan merupakan salah satu program studi yang ada dalam FKIK yang sampai saat ini masih saya jalani setelah kurang lebih 4 tahun. Program studi ilmu keperawatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bertujuan untuk menghasilkan lulusan ners berkualitas yang dapat menjadi tenaga ahli trampil di bidang keperawatan, beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, berwawasan luas dan professional berdasarkan relevansi dan kebutuhan pasar melalui peningkatan kualitas penelitian dan pendidikan serta berperan serta dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Add a comment Mei 8, 2009

Gangguan integumen

  1. GANGGUAN INTEGUMEN

Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut,, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa  Latin “integumentum“, yang berarti “penutup”.

Gangguan integumen yang biasanya sering ditemui pada lansia adalah kulit keriput akibat kehilangan jaringan lemak, kulit kering dan kurang elastik karena menurunnya cairan dan kehilangan jaringan adiposa, kulit pucat dan terdapat bintik-bintik hitam akibat menurunnya aliran darah ke kulit dan menurunnya sel-sel yang memproduksi pigmen, kuku pada jari tangan dan kaki menjadi lebih tebal dan rapuh, pada wanita usia lebih dari 60 tahun rambut wajah meningkat, rambut menipis atau botak dan warna rambut kelabu.

Penyakit Integumen pada Lansia

  1. Kandidiasis

Di Amerika Serikat, infeksi kandida dewasa ini merupakan penyebab infeksi pada darah nomor empat paling banyak, dan tampaknya meningkatnya infeksi ini terutama didapati pada lanjut usia (lansia). Infeksi jamur kandida ini lebih sering terjadi pada lansia karena daya tahan tubuh yang menurun, penyakit kencing manis (diabetes melitus/DM), lebih sering menggunakan obat antibiotik, memakai obat kortikosteroid yang dihirup misalnya memakai obat triamcinolone pada penderita penyakit asma, penyakit paru obstruktif menahun (PPOM) seperti bronkhitis, mulut kering (xerostomia) yang dapat disebabkan penyakit dan obat,  memakai alat-alat untuk membantu pemberian makanan, penggunaan alat-alat yang harus dimasukkan ke dalam tubuh di dalam ruang rawat intensif, kurang gizi, penyinaran dengan sinar rontgen dan lain-lain. Selain daripada itu, pada lansia lebih sering pula mengalami transplantasi atau pencangkokan organ-organ vital tubuh, mendapat pengobatan dengan khemoterapi untuk penyakit kanker secara agresif, serta mengalami penyakit-penyakit kulit dan tulang, yang kesemuanya ini sering menggunakan obat-obat yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Infeksi kandida juga menyebabkan tingginya angka kesakitan bagi lansia. karena  pemakaian obat-obat tertentu, perawatan diri yang kurang baik, dan berkurangnya produksi air ludah, yang kesemuanya hal ini sering terjadi pada lansia. Oleh karena itu, infeksi jamur kandida merupakan suatu masalah yang perlu dipertimbangkan pada lansia, mengingat seringnya terjadi infeksi ini.

Infeksi jamur kandida pada kulit dan kuku

  • Intertigo : infeksi jamur kandida pada kulit di bawah payudara, daerah antara kemaluan dan lubang dubur
  • Paronychia : infeksi jamur kandida pada bagian samping dan bawah kuku, ditandai dengan menebalnya kuku dan bahkan dapat tanggal sendiri
  • Onychomycosis : penderita DM lebih sering mendapat infeksi jamur ini. Penyakit ini ditandai dengan sulitnya memotong kuku kaki, yang memudahkan penderita cenderung mengalami kukunya terbentur dan infeksi pada kuku.
  • Vulvovaginitis : infeksi pada daerah kemaluan dan liang senggama wanita. Gejala yang palin sering adalah gatal pada daerah kemaluan terutama pada malam hari, dan keluarnya secret atau cairan dari liang  senggama berwarna keju sampai dengan keruh encer.

Gejala

  • Infeksi pada lipatan kulit atau infeksi intertriginosa
  • Infeksi penis
  • Thrush
  • Perleche
  • Paronikia
  1. Herpes Zoster

Herpes, demikianlah para medis menyebut penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berkelompok ini. Gelembung-gelembung tersebut berisi air pada dasar perdangan. Ada dua macam penyakit herpes, yaitu herpes genitalis dan herpes zoster. Herpes genitalis disebabkab oleh virus herpes simplek dan merupakan penyakit kelamin, sedangkan herpes zoster disebabkan oleh virus varisela zoster dan menyerang kulit secara umum. Herpes zoster intinya memang berurusan dengan daya tahan tubuh. Tak heran kalau penyakit ini banyak menyerang kaum lanjut usia atau mulai di atas 50 tahun. Pada usia di atas 50 tahun, banyak orang yang terserang akibat daya tahan tubuhnya lemah. Terjadinya nyeri pascaherpes disebabkan lambatnya pengobatan saat seseorang terserang virus varisela zoster. Akibatnya, virus sempat merusak jaringan saraf di sekitarnya. Jika gejala ini telanjur terjadi, kulit yang terkena sentuhan sedikit saja bisa menimbulkan nyeri. Atau, kadang saraf memancarkan sinyal nyeri terus-menerus. Sekitar 75% penderita nyeri ini mengaku, rasanya seperti terbakar.Faktor usia sangat menentukan kerentanan serangan nyeri. Semakin tua seseorang saat terkena herpes zoster, semakin besar kemungkinannya menderita nyeri. Jumlah mantan penderita yang berlanjut ke nyeri kira-kira 10% – 15% populasi. Di atas 50 tahun kemungkinannya menjadi 40%, di atas 60 tahun jadi 50%, dan di atas 80 tahun menjadi 80% dari populasi. Kaum lanjut usia dengan gangguan saraf akibat penuaan atau diabetes lebih mudah terkena nyeri pascaherpes. Akan tetapi, bukan berarti penderita herpes zoster berusia muda tak mungin terkena nyeri. Jika serangannya parah, misalnya sampai ke mata, si penderita muda juga mungkin terkena nyeri pascaherpes. Jika terkena penyakit ini, penderita akan mengalami nyeri pada saat kondisi ketahanan tubuhnya menurun. Pada usia di atas 50 tahun, banyak orang yang terserang herpes zoster akibat daya tahan tubuhnya lemah.

Gejala

  • Demam
  • Malaise
  • Nyeri yang menyerupai appendisistis
  • Pleuritis
  • Nyeri musculoskeletal

Penatalaksanaan

  • Memberikan vaksin pada lansia
  • Mengalihkan perhatian untuk manajemen nyeri
  • Memberikan obat-obatan untuk memblok impuls di saraf kulit agar tidak sampai ke otak, seperti amitriplitin
  1. Psoriasis

Psoriasis merupakan kelainan pada kulit berupa bercak-bercak merah, berbatas tegas, dan di atasnya terdapat sisik yang tebal. Psoriasis juga merupakan penyakit menahun dan bersifat kambuahan. Paling sering ditemukan pada usia 15-35 tahun.

Penyebab

  • Sengatan matahari hebat
  • Iritasi kulit atau cedera (luka bakar, gigitan serangga, luka sayat, ruam)
  • Pemakaian obat anti malaria
  • Pemakaian litinium
  • Infeksi virus dan atau bakteri
  • Pemakaian alcohol yang berlebihan
  • Obesitas
  • Cuaca dingin

Gejala

  • Kering atau merah
  • Tertutup oleh sisik berwarna keperakan
  • Bercak menonjol
  • Pinggiran merah
  • Bisa pecah dan menimbulkan nyeri
  • Biasanya terpisah satu sama lain
  • Ditemukan di siku, lutut, batang tubuh, kulit kepala

4.Pruritus

Pruritus adalah suatu perasaan yang secara otomatis menuntut penggarukan. Hal itu bisa menyebabkan kemerahan dan goresan dalam pada kulit. Penggarukan bisa juga mengiritasi kulit dan menyebabkan bertambahnya rasa gatal sehingga terjadi suatu lingkaran setan. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan penebalan kulit. Penyebab yang paling sering dari rasa gatal adalah kulit kering yang umumnya pada lansia, atau xerosis. Mekanisme rasa gatal itu sendiri belum diketahui dengan pasti, tetapi histamine adalah suatu mediator yang mengetahui pruritus. Rasa gatal bisa juga disebabkan oleh panas, perubahan suhu yang tiba-tiba, berkeringat, pakaian, produk pembersih seperti sabun, kelelahan, dan stress emosional; hal ini biasanya lebih terasa hebat saat musim dingin. Pruritus bisa juga dihubungkan dengan gangguan kulit atau penyakit sistemik. Sering juga pruritus diasosiasikan dengan kulit kering, tapi bisa diasosiasikan dengan kudis, ekzema, reaksi obat, penyakit hati atau ginjal, hiperglikemia, penyakit tiroid, gejala prodormal dari herpes zozter, stasis pada vena, dan anemia.

5.Melanoma Ganas

Melanoma merupakan neoplasma yang berasal dari melanosit yang kemungkinan besar adalah kanker kulit yang menyebabkan kematian. Kanker ini paling banyak dari insiden kanker yang ada. Insidennya meningkat sangat cepat dan lebih banyak terjadi pada wanita. Puncaknya pada usia 50 dan 70. melanoma menyebar melalui system vascular dan limfatik serta bermetastasis ke kelenjar getah bening regional, kulit, paru, dan system saraf. Prognosisnya bervariasi berdasarkan ketebalan tumor. Melanoma biasanya terjadi di kepala dan leher pada pria, tungkai pada wanita, serta punggung pada individu yang terpajan sinar matahari secara berlebih.

Terdapat empat tipe melanoma :

      Melanoma yang menyebar ke superficial

Biasa terjadi diantara usia 40 dan 50 tahun. Tumor ini tumbuh secara horizontal selama bertahun-tahun tpi prognosis semakin memburuk ketika pertmbuhan ventrikel terjadi.

      Melanoma nodular

Terjadi diantara usia 40 dan 50 tahun. Tumor ini tumbuh secara vertical, menginvasi dermis, dan bermanifestasis lebih awal.

      Melanoma lentigionosa-akral

Melanoma ini terjadi di telapak tangan  dan telapak kaki serta di sublingual.

      Melanoma lentigo ganas

Melanoma ini jarang terjadi. Ini merupakan kanker kulit yang paling jinak, pertumbuhannya paling lambat dan yang paling tidak agresif dari keempat jenis melanoma. Melanoma biasanya terjadi di area yang sering terpajan sinar matahari dan terjadi pada lansia diantara usia 60 dan 70 ahun. Melanoma ini berasal dari lentigo ganas pada permukaan kulit yang terpajan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya melanoma:

      Terpajan sinar matahari yang berlebihan

      Tipe kulit

      Faktor-faktor genetik

      Riwayat keluarga

      Riwayat masa lalu

Tanda dan gejala pada melanoma :

  • Luka yang tidak kunjung sembuh
  • Benjolan atau pembengkakan yang menetap
  • Perubahan tanda kulit yang telah ada, seperti tah lalat, tanda lahir, jaringan parut, bintik-bintik atau kutil.
  • Lesi pada pergelangan kaki atau permukaan lutut yang tampak merah, putih atau biru diatas dasar coklat atau hitam. Mungkin mempunyai migraine yang tidak teratur dan menonjol. Dan dapat mengalami ulserasi dan perdarahan pada penderita melanoma yang menyebar secara superfisial
  • Pada melanoma nodular, nodul tampak pucat dan tidak seragam bentuknya yang menyerupai blackberry keunguan
  • Pada lentiginosa-akral, lesi berwarna kecoklat-coklatan dan hitam pada telapak tangan dan telapak kaki serta kemungkinan terdapat warna kecoklatan atau noda coklat pada kuku yang berdifusi dari dasar.
  • Pada melanoma lentigio ganas, lesi tahan lama dan luas diwajah, dipunggung tangan, atau dibawah kuku jari yang mengalami ulserasi dapat terlihat seperti bintik-bintik berwarna kecoklatan, coklat tua, hitam, keputihan atau warna seperti batu dengan kemungkinan terdapat nodul hitam yang menyebar dan tidak beraturan pada permukaannya.

DAFTAR PUSTAKA

♫           Nugroho, Wahjudi. 2000. Keperawatan Gerontik. Jakarta : EGC

♫           Jaime L. Stockslager. 2007. Asuhan Keperawatan Geriatrik. Jakarta : EGC

♫           Mubarak, Wahit Iqbal. Ilmu Keperawatan Komunitas 2. Jakarta : Sagung Seto

♫           Meiner, Sue.E. 2006. Gerontologic Nursing. St. Louis, Missouri : Mosby

♫           www.majalah-farmacia.com

♫           www.medicastore.com

♫           www.klinikmedis.com

♫           www.suaramerdeka.com

♫           www.waspadaonline.co.id

♫           www.sinarharapan.co.id

♫           www.indomedia.com

Add a comment Mei 8, 2009

Gangguan endokrin pada lansia

I. GANGGUAN ENDOKRIN

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai “pembawa pesan” dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan “pesan” tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastrointestin. System endokrin merupakan bagian dari system pengatur tubuh, pengaturan berbagai fungsi metabolism tubuh. Gangguan system endokrin

Perubahan Sistem Endokrin pada Lansia

  1. Produksi dari hamper semua hormone menurun
  2. Fungsi paratiroid dan sekresinya tidak berubah
    1. Pituitari : pertumbuhan ada tetapi lebih rendah dan hanya di dalam pembuluh darah. Berkurangnya produksi dari ACTH, TSH, FSH, dan LH.
    2. Menurunnya aktivitas tiroid, menurunnya BMR dan menurunnya daya pertukaran zat
    3. Menurunnya produksi aldosteron
      1. Menurunnya sekresi hormone kelamin, misalnya progesterone, estrogen, dan testosterone
      2. Bertambahnya insulin, norepinephrin, parathormon, vasopressin
      3. Berkurangnya tridotironin
      4. Psikomotor melambat

Gangguan Endokrin pada Lansia

  1. Menopause

Menopause adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita dimana ovarium atau indung telur berhenti menghasilakn sel telur, aktivitas menstruasi berkurang atau berhenti, dan pembentukan hormone wanita (estrogen dan progesteron berkurang). Hal ini disebabkan karena pertambahan usia sehingga ovarium menjadi kurang tanggap terhadap rangsangan LH dan FSH yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa. Akibatnya ovarium melepaskan lebih sedikit estrogen dan progesteron, dan pada akhirnya proses ovulasi terhenti.

Menopause dibagi menjadi 2, yaitu :

  • Menopause dini

Menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun

  • Menopause buatan

Merupakan akibat dari campur tangan medis yang menyebabkan berkurangnya atau berhentinya pelepasan hormon oleh ovarium.

Etiologi menopause

  1. Alami : semakin tua, folikel wanita makin resisten terhadap stimulasi hormon gonadotropin dan reaksi umpan balik negatif terhadap hipotalamus. Akibatnya FSH dan LH di darah akan naik dan berakibat stimulasi stromal terhadap ovarium. Kadar estrogen dan progesteron pun menurun. Akhirnya terjadi feedback negatif dengan peningkatan FSH dari kalenjar hipofise. Tubuh pun bereaksi dengan menopause
  2. Buatan: Akibat tindakan bedah (surgical menopause) atau pengobatan kanker (medical menopause) Sehingga perlu dilakukan operasi pengangkatan indung telur/ ovarium

Gejala-gejala menopause

  • Hot flashes
  • Vagina menjadi kering
  • Gejala psikis dan emosional
  • Pusing, kesemutan, dan jantung berdebar
  • Hilangnya kendali terhadap kandung kemih
  • Peradangan kandung kemih atau vagina
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah

Patofisiologi

  1. Pramenopause : Kekacauan siklus haid, perubahan psikologis/ kejiwaan, perubahan fisik, pendarahan memanjang dan relatif banyak, terkadang disertai nyeri haid (dismenorea), usia antara 48-55 tahun, berlangsung selama 4-5 tahun.
  2. Perimenopause : Merupakan masa peralihan dengan siklus haid yang tidak teratur, mulai mengalami keluhan klimaterik, kadar FSH, LH, dan estrogen bervariasi, kadar progesteron rendah.
  3. Menopause : Haid berhenti, kadar estrogen berkurang, perubahan serta keluhan psikologik dan fisik makin menonjol, usia antara 56-60 tahun, berlangsung 3-4 tahun.
    1. Pascamenopause : Adaptasi perubahan psikologik dan fisik, ovarium sudah tidak berfungsi, hormon gonadotropin meningkat, keluhan makin berkurang, usia 60-65 tahun.
    2. Andropause

Istilah andropause yang menimpa pria memang belum memasyarakat. Bahkan cenderung dianggap mitos. Padahal seluruh jenis hormone yang menurun itu merupakan kenyataan. Andropause berbeda dengan menopause. Andropause kadang- kadang disebut pula dengan istilah “padam” (partial androgen deficiency in aging male). Maksudnya, hormone reproduksi pria yang mulai menurun, namun tidak bersifat total.

Tanda-tandanya: mudah berkeringat, merasa panas, gelisah, susah tidur, takut, cepat depresi, cepat lelah.

Mereka yang mengalami Andropause merasa tidak percaya diri, turunnya motivasi, menghargai diri sendira, dan ketajaman mental. Mereka pun merasa tenaga dan kekuatannya berkurang termasuk massa pada ototnya, selain kehilangan bulu-bulu sexsual ditubuhnya. Hal tersebut di barengi dengan penumpukan lemak di daerah perut. Minat terhadap seksual ikut menurun, disertai dengan perubahan tingkah laku maupun aktivitas seksualnya. Dengan sendirinya, kualitas orgasme dan kemampuan ereksi berkurang pula bersama dengan ejakulasi hingga volumenya menurun.

  1. Osteoporosis Primer

Osteoporosis primer sering menyerang wanita paska menopause dan juga pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui.

  • Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat.
  • Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.
  1. Diabetes Melitus Tipe II

Pada diabetes tipe 2 terdapat dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin, yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Normalnya insulin akan terikat dengan reseptor khusus pada permukaan sel. Sebagai akibat terikatnya insulin dengan reseptor tersebut, terjadi suatu rangkaian reaksi dalam metabolisme glukosa di dalam sel. Resistensi insulin pada diabetes mellitus tipe 2 disertai dengan penurunan reaksi intrasel. Dengan demikian insulin menjadi tidak efektif untuk menstimulasi pengambilan glukosa.

Seiring pertambahan usia, sel-sel tubuh menjadi lebih resistant terhadap insulin, yang mengurangi kemampuan lansia untuk memetabolisme glukosa. Selain itu, pelepasan insulin dari sel beta pankreas berkurang dan melambat. Hasil dari kombinasi proses ini adalah hiperglikemia. Pada lansia, konsentrasi glukosa yang mendadak dapat meningkatkan dan lebih memperpanjang hiperglikemia. Diabetes tipe 2 pada lansia disebabkan oleh sekresi insulin yang tidak normal, resistansi terhadap kerja insulin pada jaringan target, dan kegagalan glukoneogenesis hepatic. Penyebab utama hiperglikemia pada lansia adalah peningkatan resistansi insulin pada jaringan perifer. Meskipun jumlah reseptor insulin sebenarnya sedikit menurun seiring pertambahan usia, resistansi dipercaya terjadi setelah insulin berikatan dengan reseptor tersebut. Selain itu, sel-sel beta pulau Langerhans kurang sensitif terhadap kadar glukosa yang tinggi, yang memperlambat produksi glukosa di hati.

Tanda dan Gejala

  • Penurunan berat badan dan kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Inkontinensia
  • Penurunan penglihatan
  • Konfusi atau derajat delirium
  • Konstipasi atau kembung abdomen
  • Retinopati atau pembentukan katarak
  • Perubahan kulit
    • Penurunan nadi perifer, kulit dingin, penurunan reflex, dan kemungkinan nyeri perifer atau kebas
  • Hipotensi ortostatik

  1. Hipertiroid

Hipertiroid adalah suatu keadaan dimana kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan, sehingga menghasilkan sejumlah besar hormone tiroid.

Hipertiroid bisa ditemukan dalam bentuk penyakit Graves, gondok noduler toksik atau hipertiroidisme sekunder. Hipertiroid bisa disebabkan oleh tumor hipofisa yang menghasilkan terlalu banyak TSH, sehingga merangsang tiroid untuk menghasilkan hormone tiroid yang berlebihan. Penyebab lainnya adalah perlawanan hipofisa terhadap hormone tiroid sehingga kelenjar hipofisa menghasilkan terlalu banyak TSH.

Penyebab dari hipertiroidisme adalah:

  • Reaksi imunologis
  • Tiroiditis
  • Adenoma tiroid toksik

Gejala  pada hipertiroid

Pada hipertiroidisme, apapun penyebabnya, terjadi peningkatan fungsi tubuh

  • Jantung berdetak lebih cepat dan bisa terjadi kelainan irama jantung, yang bisa menyebabkan palpitasi (jantung berdebar-debar)
  • Tekanan darah cenderung meningkat
  • Penderita merasakan hangat meskipun berada dalam ruangan yang sejuk
  • Kulit menjadi lembab dan cenderung mengeluarkan keringat yang berlebihan
  • Tangan memperlihatkan tremor (gemetaran) halus
  • Penderita merasa gugup, letih dan lemah meskipun tidak melakukan kegiatan yang berat
  • Nafsu makan bertambah, tetapi berat badan berkurang
  • Sulit tidur
  • Sering buang air besar, kadang disertai diare
  • Terjadi perubahan pada mata : bengkak di sekitar mata, bertambahnya pembentukan air mata, iritasi dan peka terhadap cahaya. Gejala ini akan segera menghilang setelah pelepasan hormon tiroid terkendali, kecuali pada penyakit Graves yang menyebabkan gangguan mata khusus.
  1. Hipotiroid

Hipotiroidi adalah suatu keadaan dimana kelenjar tiroid kurang aktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid. Hipotiroid yang sangat berat disebut miksedema.

Penyebab hipotiroid adalah pengobatan terhadap hipertiroidisme. Baik yodium radioaktif maupun pembedahan cenderung menyebabkan hipotiroidisme. Kekurangan yodium jangka panjang dalam makanan, menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme goitrosa).

Gejala pada hipotiroid:

  • Kekurangan hormon tiroid menyebabkan melambatnya fungsi tubuh.
  • Ekspresi wajah menjadi tumpul
  • suara menjadi serak dan berbicara menjadi lambat
  • Rambut menjadi tipis, kasar dan kering
  • kulit menjadi kasar, kering, bersisik dan menebal.
  • Denyut nadi bisa melambat
  • telapak tangan dan telapak kaki tampak agak oranye (karotenemia)

Add a comment Mei 8, 2009

PENDIDIKAN JARAK JAUH PROGRAM SARJANA KEPERAWATAN (S.Kep)

Oleh : Nur Martono, SKp
Staf Nurse Ward 7 Al Amiri Hospital Kuwait
Ministry of Health Kuwait

Pendidikan keperawatan program Sarjana Keperawatan dimulai di Indonesia pertama kalinya dengan berdirinya Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) di tahun 1985, yang waktu itu masih tergabung dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Seiring dengan perkembangan berbagai Fakultas di UI, di tahun 1995 maka secara resmi Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) di UI terbentuk.

Saat ini menurut data terakhir Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) Depdiknas RI telah ada 12 Universitas Negeri yang menyelenggarakan program pendidikan Sarjana keperawatan dan ners, baik yang telah menjadi fakultas dan atau masih program studi di Universitas negeri dan 14 program studi di Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) swasta di Indonesia yang menyelenggarakan program yang sama.

Sejalan dengan itu, di era tahun 2000 semakin banyak perawat Indonesia yang bekerja di luar negeri dengan semakin banyaknya peluang penempatan (job order) untuk perawat Indonesia untuk semua jenjang pendidikan. Namun jumlah tersebut masih sebagian besar diisi oleh lulusan perawat setingkat D3 yang ada di Indonesia. Dibandingkan dengan negara-negara lainnya sebagai kompetitor penyedia tenaga perawat seperti India dan Philipina yang hampir 40% tenaga keperawatannya bekerja di luar negaranya adalah lulusan S1 (BSN).

Upaya untuk meningkatkan jenjang pendidikan perawat Indonesia adalah mutlak menjadi hak setiap individu perawat tersebut, kapanpun dan dimanapun saat ini si individu tersebut berada. Tentu saja hal ini juga menjadi hak bagi perawat Indonesia yang saat ini berada dan sedang bekerja di luarnegeri yang hampir 5000 perawat Indonesia saat ini bekerja di luarnegeri di berbagai pelayanan kesehatan baik di RS maupun di klinik.

Di setiap negara tentu saja kesempatan untuk perawat Indonesia untuk melanjutkan pendidikan sangat beragam tergantung dari sistem pemerintahan dan kesempatan pendidikan di negara yang bersangkutan. Untuk beberapa negara di belahan benua Amerika, Amerika dan Australia khususnya kesempatan untuk itu lebih besar, meskipun dengan biaya yang mahal. Pendidikan untuk BSN baik program full time/part time atau distance learning model membutuhkan biaya rata-rata tuition fee persemester adalah U$ 5.000. Hal tersebut tidak dirasakan untuk sebagian besar perawat Indonesia yang bekerja di Timur Tengah, seperti di Kuwait, Arab Saudi, UEA, Qatar dan Bahrain yang hampir berjumlah 3000 orang. Hal ini lebih dikarenakan sistem pemerintahan dan sistem pendidikan yang berbeda, sehingga kesempatan pendidikan tersebut terbatas. Namun saat ini sebagian dari mereka telah ada pula yang mengikuti pendidikan distance learning untuk BSN dengan beberapa Universitas di Australia.

Untuk itu sudah selayaknya pula pengelola pendidikan keperawatan di Indonesia khususnya untuk Sarjana Keperawatan dapat memikirkan dan mengembangkan program kuliah jarak jauh dengan tetap mengikuti sistem pendidikan di Indonesia. Terlebih lagi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK – UI) yang memang saat ini UI sendiri telah merencanakan Go Internasional.

Sudah selayaknya penyelenggara pendidikan keperawatan dapat meng�ksport” model pendidikannya minimal untuk warga negara Indonesia di luar negeri, tanpa harus ikut-ikutan trend dan latah mengimport twinning program yang notabene mengimport model pendidikan terkecuali untuk pengembangan keilmuan dan penempatan lulusan di luar negeri.

Konsep Dasar Pendidikan Jarak Jauh

Secara konseptual perbedaan sistem pendidikan konvensional (yang mengandalkan bentuk tatap muka) dan pendidikan jarak jauh terletak pada bentuk interaksi antara peserta didik/mahasiswa dengan dosen. Namun pendidikan jarak jauh itu sendiri dianggap mempunyai potensi dan prospek yang baik karena pada dasarnya karakteristik pendidikan jarak jauh itu sendiri, dalam hal tertentu, mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan pendidikan konvensional. Dimana saat ini pendidikan jarak jauh lebih mengoptimalkan kemandirian mahasiswa, menggunakan sistem modul dan pembelajaran e-learning dan meminimalkan tatap muka sehingga lebih efisien dalam faktor biaya.

Menurut Giltrow (1989) istilah pendidikan jarak jauh (distance education) itu sendiri muncul dalam artikel sebuah majalah pada tahun 1903. Yang diawali di Inggris di tahun 1840 saat Isaac Pitman memulai korespondensi dengan seorang muridnya untuk pembelajaran teologi. Setengah abad kemudian, di awal 1960-an istilah tersebut muncul kembali dan tampaknya menjadi populer di tahun 1980-an. Dan saat ini distance education/distance learning dianggap sebagai nama generik dari pendidikan jarak jauh termasuk pendidikan melalui udara (radio) dan konferensi jarak jauh (tele conference) dan melalui internet (e-learning).

Di Indonesia sendiri sistem pendidikan jarak jauh dipelopori oleh Universitas Terbuka (UT) yang dimulai di tahun 1984 dengan dasar Keppres RI No 41 tahun 1984 dimana saat ini telah memiliki 60.000 mahasiswa yang hampir 80% nya adalah telah bekerja. Saat ini pemerintah telah membuka kesempatan pendidikan jarak jauh tidak lagi dimonopoli UT, namun juga diberikan kesempatan kepada PTN/PTS dengan dasar Kepmen Diknas No. 107/tahun 2001 tentang penyelenggaraan program pendidikan tinggi jarak jauh.

Perry dan Rumble, 1987 menegaskan bahwa dalam konteks pendidikan jarak jauh (distance education), pengertian “jarak jauh” (distance) adalah tidak terjadinya kontak dalam bentuk tatap muka langsung antara pendidik dan peserta didik ketika proses belajar mengajar terjadi. Dengan demikian, pendidikan jarak jauh adalah komunikasi dua arah yang dijembatani oleh media seperti surat, telepon, teleks, radio, komputer, internet akses, CD dan sebagainya. Dari segi teori, Sewart, Keagan, & Holmberg (1990) secara garis besar membedakan tiga teori utama tentang pendidikan jarak jauh yang masing-masing adalah teori otonomi dan belajar mandiri, industrialisasi pendidikan, dan komunikasi interaktif.

Teori yang pertama adalah otonomi dan belajar mandiri, pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh pandangan sosial demokrat dan filsafat pendidikan liberal yang menyatakan bahwa setiap individu berhak mendapat kesempatan yang sama dalam pendidikan dan setiap upaya instruksional hendaknya diupayakan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kebebasan dan kemandirian pada peserta didik dalam proses belajarnya. Peserta didik mempunyai kebebasan untuk mempertimbangkan dan memutuskan sendiri apa yang akan dipelajari dan bagaimana mempelajarinya. Artinya, jika dalam pendidikan konvensional siswa lebih banyak berkomunikasi interpersonal atau berkonsultasi dengan manusia, maka dalam pendidikan jarak jauh ia lebih banyak melakukan komunikasi intrapersonal dengan masukan berupa informasi atau bahan ajar dalam bentuk cetak maupun non cetak.

Teori yang kedua adalah industrialisasi pendidikan yang dikemukakan oleh Peters (1980) yang mengatakan bahwa sistem pendidikan jarak jauh adalah semacam bentuk industrialisasi aktivitas belajar mengajar yang dalam penyelenggaraannya bercirikan pembagian kerja dan produksi (bahan ajar) secara massal. Pendidikan jarak jauh merupakan metode untuk mengajarkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dengan cara menerapkan berbagai prinsip industrialisasi dan pemanfaatan teknologi yang tujuannya adalah untuk memproduksi bahan ajar yang berkualitas secara massal sehingga dapat digunakan secara bersamaan oleh sejumlah besar peserta didik yang tempat tinggalnya tersebar di seluruh pelosok negara.

Teori yang ketiga adalah teori interaksi dan komunikasi. Teori ini muncul karena banyak ahli pendidikan yang sepakat bahwa pengertian belajar mandiri tidak berarti belajar sendiri. Kontak antara peserta didik dengan komponen institusi penyelengara pendidikan jarak jauh masih diperlukan, baik untuk kepentingan hal-hal yang bersifat administratif maupun akademis; bahkan kadang-kadang psikologis. Mengenai hal-hal yang bersifat akademis, karena menyangkut esensi pendidikan itu sendiri, lembaga pendidikan jarak jauh selalu menyediakan tutor. Dengan demikian, interaksi antara peserta didik dengan pengajar tetap terjadi walaupun frekuensi dan intensitas komunikasi tersebut terbatas. Cara berinteraksi itu sendiri bisa melalui tatap muka langsung atau menggunakan media komunikasi seperti surat, telepon, komputer, dan sebagainya.

Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh

Dewasa ini baik negara maju maupun berkembang banyak yang sudah menyelenggarakan sistem pendidikan jarak jauh untuk bidang keperawatan antara lain adalah Inggris, Jerman, Kanada, Amerika, Australia, India, Jepang, Korea, Israel, Kenya, RRC, Thailand dan Pakistan. Dengan dipraktekannya sistem pendidikan belajar jarak jauh untuk bidang keperawatan oleh berbagai negara, maka sebagai konsekuensinya adalah untuk Indonesia khususnya penyelenggara pendidikan keperawatan dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan kearah yang sama, dengan meninggalkan konsep pendidikan keperawatan yang masih mengandalkan model tatap muka.

Mengenai model manajemen dan organisasi institusi pendidikan jarakjauh, Perry dan Rumble (1990) menyebutkan ada tiga jenis. Pertama adalah model otonom, yaitu lembaga yang khusus menyelenggarakan pendidikan jarak jauh. Kedua adalah model terpadu, yaitu institusi yang menawarkan pendidikan konvensional dan pendidikan jarak jauh sekaligus. Ketiga adalah bentuk konsorsium, yaitu semacam kerjasama antar beberapa institusi penyelenggara pendidikan jarak jauh

Media pembelajaran yang digunakan, tampaknya tiap negara menyesuaikan dengan kondisi setempat masing-masing. Walaupun pada umumya bahan ajar cetak dan non cetak ini bervariasi dari berbagai negara ke negara. Bahan ajar cetak dapat berupa teks book dan modul, sedangkan non cetak dapat berupa video, kaset,CD software (rekaman tutorial) ,email, website, radio, dan jaringan televisi. Dengan demikian, komposisi paket matakuliah tersebut tersaji dalam bentuk video, bahan cetak (buku), dan program komputer adalah 4:5:1.

Di sisi lain, penggunaan komputer di lembaga pendidikan jarak jauh tergolong cukup intensif. Penggunaan komputer, secara tipikal dikategorikan ke dalam dua kelompok, yakni untuk keperluan administratif dan akademis. Penggunaan untuk keperluan administratif antara lain meliputi administrasi data mahasiwa; keuangan; produksi, penyimpanan, dan pengiriman bahan ajar; pengolahan hasil ujian; dan sebagainya. Sedangkan untuk keperluan akademis, komputer digunakan untuk mengembangkan Computer Assisted Learning (CAL), yakni program komputer yang memungkinkan siswa mempelajari topik tertentu dan mengevaluasi hasil belajarnya sendiri dengan cara berinteraksi dengan komputer.

Prospek dan harapan pendidikan jarak jauh Sarjana Keperawatan Indonesia untuk Perawat Indonesia di Luar negeri

Saat ini ada sekitar 250.000 jumlah perawat di Indonesia, dimana dari lulusan D3 keperawatan setiap tahunnya diluluskan 23.000 orang pertahun. Secara angka hal tersebut masih absurd jika dibandingkan jumlah lulusan Sarjana Keperawatan yang baru mencapai 6.000 orang.

Sebagai komparasinya di Kuwait saat ini ada 700 orang perawat Indonesia yang saat ini bekerja, dan hanya 7 orang diantaranya yang lulusan Sarjana Keperawatan (BSN). Padahal sejak tahun 1998 semua negara lainnya seperti India, Philipina dan Mesir menempatkan lulusan S1 Keperawatan/BSN untuk bekerja di Kuwait.

Tentu saja prospek untuk melakukan program tersebut sangat besar baik untuk perawat Indonesia yang bekerja diluar dan didalam negeri, hanya saja tinggal bagaimana kesiapan dan kebijakan pendidikan keperawatan khususnya untuk lebih bijak mensikapi tantangan tersebut.

Memang ada dualisme dimana disatu pihak penyelenggara pendidikan keperawatan dituntut untuk tetap menjaga kualitas lulusan, namun pada saat yang sama juga kuantitas Sarjana Keperawatan sudah selayaknya ditingkatkan dan diakselesari dalam jumlah.

Namun sekali lagi perawat Indonesia yang saat ini bekerja di luar negeri adalah gambaran perawat profesional, mereka skillfull, berbahasa inggris aktif, aktif online internet, memiliki wawasan global dan mewakili citra perawat Indonesia di luar negeri. Dan tentu saja ini dapat menjadi satu model untuk tenaga kerja Indonesia lainnya khususnya di sektor formal, dengan menyiapkan mereka siap dalam meningkatkan kesejahteran dan level pendidikannya di luar negeri saat dan pasca kontrak kerja.

Saat ini INNA-K (Indonesian National Nurses Association in Kuwait) sedang berupaya menjajaki program kuliah jarak jauh/Distance Learning BSN dengan FIK UI dan kami telah menyebarkan kuesioner untuk 300 orang perawat Indonesia disini lulusan D3, dan hampir 90% mendukung dan bersedia mengikuti perkuliahan jika program ini dapat terlaksana segera.

Add a comment Mei 4, 2009

PELAYANAN PROFESIONALISME KEPERAWATA

Perkembangan keperawatan sebagai pelayanan profesional didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh dari pendidikan dan pelatihan yang terarah dan terencana.

Di Indonesia, keperawatan telah mencapai kemajuan yang sangat bermakna bahkan merupakan suatu lompatan yang jauh kedepan. Hal ini bermula dari dicapainya kesepakatan bersama pada Lokakarya Nasional Keperawatan pada bulan Januari 1983 yang menerima keperawatan sebagai pelayanan profesional (profesional service) dan pendidikan keperawatan sebagai pendidikan profesi (professional education).

Tenaga keperawatan yang merupakan jumlah tenaga kesehatan terbesar seyogyanya dapat memberikan kontribusi essensial dalam keberhasilan pembangunan kesehatan. Untuk itu tenaga keperawatan dituntut untuk dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya agar mampu berperan aktif dalam pembangunan kesehatan khususnya dalam pelayanan keperawatan profesional.

Pengembangan pelayanan keperawatan profesional tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan profesional keperawatan. Pendidikan keperawatan bukan lagi merupakan pendidikan vokasional/ kejuruan akan tetapi bertujuan untuk menghasilkan tenaga keperawatan yang menguasai ilmu keperawatan yang siap dan mempu melaksanakan pelayanan / asuhan keperawatan profesional kepada masyarakan. Jenjang pendidikan keperawatan bahkan telah mencapai tingkat Doktoral.

Keyakinan inilah yang merupakan faktor penggerak perkembangan pendidikan keperawatan di Indonesia pada jenjang pendidikan tinggi, yang sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1962 yaitu dengan dibukanya Akademi Keperawatan yang pertama di Jakarta. Proses ini berkembang terus sejalan dengan hakikat profesionalisme keperawatan.

Dalam Lokakarya Keperawatan tahun 1983, telah dirumuskan dan disusun dasar-dasar pengembangan Pendidikan Tinggi Keperawatan. Sebagai realisasinya disusun kurikulum program pendidikan D-III Keperawatan, dan dilanjutkan dengan penyusunan kurikulum pendidikan Sarjana (S1) Keperawatan.

Pendidikan tinggi keperawatan diharapkan menghasilkan tenaga keperawatan profesional yang mampu mengadakan pembaruan dan perbaikan mutu pelayanan / asuhan keperawatan, serta penataan perkembangan kehidupan profesi keperawatan.

Pendidikan tinggi keperawatan diharapkan menghasilkan tenaga keperawatan professional yang mampu mengadakan pembaharuan dan perbaikan mutu pelayanan/asuhan keperawatan, serta penataan perkembangan kehidupan profesi keperawatan.

Keperawatan sebagai suatu profesi, dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab pengembanggannya harus mampu mandiri. Untuk itu memerlukan suatu wadah yang mempunyai fungsi utama untuk menetapkan, mengatur serta mengendalikan berbagai hal yang berkaitan dengan profesi seperti pengaturan hak dan batas kewenangan, standar praktek, standar pendidikan, legislasi, kode etik profesi dan peraturan lain yang berkaitan dengan profesi keperawatan.

Diperkirakan bahwa dimasa datang tuntutan kebutuhann pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan akan terus meningkat baik dalam aspek mutu maupun keterjangkauan serta cakupan pelayanan. Hal ini disebabkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan yang diakibatkan meningkatnya kesadaran masyarakat secara umum, dan peningkatan daya emban ekonomi masyarakat serta meningkatnya komplesitas masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat. Masyarakat semakin sadar akan hukum sehingga mendorong adanya tuntutan tersedianya pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan dengan mutu yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian keperawatan perlu terus mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perubahan yang terjadi diberbagai bidang lainnya.

Perkembangan keperawatan bukan saja karena adanya pergeseran masalah kesehatan di masyarakat, akan tetapi juga adanya tekanan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan serta perkembangan profesi keperawatan dalam menghadapi era globalisasi.

Dalam memnghadapi tuntutan kebutuhan dimasa datang maka langkah konkrit yang harus dilakukan antara lain adalah : penataan standar praktek dan standar pelayanan/asuhan keperawatan sebagai landasan pengendalian mutu pelayanan keperawatan secara professional, penataan sistem pemberdayagunaan tenaga keperawatan sesuai dengan kepakarannya, pengelolaan sistem pendidikan keperawatan yang mampu menghasilkan keperawatan professional serta penataan sistem legilasi keperawatan untuk mengatur hak dan batas kewenangan, kewajiban, tanggung jawab tenaga keperawatan dalam melakukan praktek keperawatan.

Add a comment Mei 4, 2009

tanpa tittle

Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).
Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.. Kajian tentang motivasi telah sejak lama memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan pendidik, manajer, dan peneliti, terutama dikaitkan dengan kepentingan upaya pencapaian kinerja (prestasi) seseorang.
Dalam konteks studi psikologi, Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya: (1) durasi kegiatan; (2) frekuensi kegiatan; (3) persistensi pada kegiatan; (4) ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan; (5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan; (6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan; (7) tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan; (8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan.
Untuk memahami tentang motivasi, kita akan bertemu dengan beberapa teori tentang motivasi, antara lain : (1) teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan); (2) Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi); (3) teori Clyton Alderfer (Teori ERG); (4) teori Herzberg (Teori Dua Faktor); (5) teori Keadilan; (6) Teori penetapan tujuan; (7) Teori Victor H. Vroom (teori Harapan); (8) teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku; dan (9) teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi. (disarikan dari berbagai sumber : Winardi, 2001:69-93; Sondang P. Siagian, 286-294; Indriyo Gitosudarmo dan Agus Mulyono,183-190, Fred Luthan,140-167)1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; (2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.
Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua,- dalam hal ini keamanan- sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, dan papan terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman, demikian pula seterusnya.

Add a comment April 18, 2009

about aqis

mahasiswa keperawatan uin syarif hidayatullah jakarta

Add a comment April 18, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 komentar April 18, 2009

Halaman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

Oktober 2014
S S R K J S M
« Mei    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Most Recent Posts

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.